Mau Buka Usaha? Coba Lirik Target Market Ini

KOMPAS.com – Dalam acara konferensi pers Kidex Trilogy 2011, yang berlangsung Rabu, 23 Februari 2011 di Kidzania, Pacific Place, Jakarta, I Wayan Tirtha, Chief Marketing Executive GlobalKids, menerangkan bahwa belakangan ini terjadi pergeseran gaya hidup dalam kehidupan ekonomi keluarga. Saat ini,anak-anak juga memiliki kekuatan untuk memutuskan apa yang ingin dibeli dan tidak, menjadikan mereka pasar yang potensial untuk dituju.

I Wayan Tirtha juga mengatakan, pihaknya yakin, pasar produk dan jasa yang ditujukan untuk anak-anak adalah pasar yang potensial. Pihaknya berpegang pada hasil survei Institute of Indonesia yang melakukan penelitian terhadap jumlah uang saku anak selama 10 tahun terakhir. Dilaporkan, pada tahun 2001, rata-rata uang saku anak sekitar Rp 2 ribu, di tahun 2004, Rp 3.100, sementara pada tahun 2009, uang saku anak-anak mencapai Rp 5.200. Uang saku dari 95 persen responden diberikan secara harian, dan hal ini erat korelasinya dengan meningkatnya potensi anak-anak sebagai target market, karena jumlah waktu penggunaan uang saku cukup singkat.

Anak-anak menjadi pasar yang potensial karena memiliki 4 peran dalam market, yakni:
* Pasar primer, anak sebagai pembeli atau konsumen produk.
* Pasar sekunder, anak bisa memengaruhi orangtua untuk membeli produk tertentu.
* Pasar masa depan, peran anak sebagai pengambil keputusan di masa depan.
* Pasar tahan lama, anak-anak bisa jadi pelanggan setia.

Melalui penilaian pihaknya, I Wayan menerangkan bahwa terdapat 3 hal yang menjadi concern utama para orangtua untuk membelanjakan uangnya. Ketiga hal tersebut adalah; 1. Mainan dan games, 2. Kesehatan dan pendidikan, dan 3. IT. Cara terbaik untuk membuat anak mengingat dan mau membeli produk harus lewat branding dari produk tersebut. Makin kenal si anak dengan produk tersebut, ditambah pengalaman baik mengenai produk tersebut, bukan hal yang tidak mungkin ia akan menjadi pelanggan setia.

Keterkenalan dan nama baik satu merek ternyata bisa meningkatkan kepercayaan konsumen hingga 78,3 persen, dan keinginan untuk membeli mencapai 68 persen. Perkiraan pembelanjaan anak-anak dan keinginan akan suatu merek mencapai angka 200 triliun rupiah. Sebenarnya, apa yang menggerakkan pasar anak di Indonesia? Ternyata ada 8, yakni:

1. Perubahan dalam sikap orangtua terhadap anak-anak yang sudah cukup besar, bahwa pendidikan adalah investasi bagi masa depan anak.
2. Meningkatnya jumlah orangtua yang bekerja sehingga kebutuhan anak makin meningkat.
3. Jumlah orang yang menikah di usia 30 tahun ke atas makin banyak, di usia ini, kebanyakan sudah hidup mapan.
4. Paradigma baru sistem edukasi yang mendorong orangtua agar anaknya lebih mandiri dan percaya diri.
5. Faktor kebanggan orangtua.
6. Pencipta inovasi.
7. Komunikasi kreatif dalam membentuk imej brand.
8. Aspek teknologi atau pengguna dunia digital yang kini memengaruhi anak dalam memilih produk.

Jadi, tak ada salahnya membangun atau mencari celah dalam pasar anak-anak mengingat cukup potensialnya. Namun, perlu diingat untuk memastikan keamanan dan kesehatan dari produk tersebut untuk menyeimbangkan rasa percaya konsumen, sambil terus mengusahakan nama merek Anda dikenal dengan citra positif.

About madinaid
it consultan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: