Ide Wirausaha

ingin berusaha tapi bigung ini ada beberapa ide usaha, yang saya ambil dari beberapa situs.

1.Usaha Bimbingan Belajar
Bisnis bimbingan belajar kalo gw liat ini bisnis gak ada matinya. Selama masih ada yang namanya sekolah. Apalagi setelah diterapkan standar nilai minimal dalam kelulusan. Membuat orang tua dan murid, mau tidak mau harus mengejar target tersebut.

Agan pasti berpendapat, wah itu butuh modal gede.
Yups, kalo kita beli franchise primagama emang butuh modal gede. Tapi gw pernah terlibat dalam usaha bimbel dengan modal yang sangat minim. Waktu itu kebetulan ada rumah teman yang lumayan gede gak ke pake, daripada nganggur kita manfaatkan aja. Ya udah kita bikin bimbel, rumah itu kita sulap jadi bimbel sederhana dengan bermodal karpet dan papan tulis. Pembimbingnya kita cari guru dari sekolah favorit, sapa sich yang gak mau dikasih income, guru-guru tersebut pasti gak menolak penawaran kita. Dengan sistem bagi hasil.

Pada awal buka kita bikin brosur foto copy-an dalam brosur tercantum bahwa yang rangking 1-5 mendapatkan free biaya pendaftaran dan diskon 25%. Kita tempel di sekolah-sekolah. Lumayan tuch ada yang datang , 50% dari pendaftar tersebut adalah anak pintar dengan rangking 1-5. Singkat cerita pada tahun ajaran baru kita bikin spanduk gede di sekolah-sekolah, bahwa 60% siswa bimbel kita adalah rangking 5 besar. Tambah berbondong-bondong yang daftar, dari uang pendaftaran tadi bisa dibeliin kursi dan ngurus ijin.

Tapi bukan berarti kita cuma profit oriented, di awal kita emang tegaskan kepada pembimbingnya untuk memberikan yang terbaik buat LBB kita dan mengarahkan siswanya untuk mengikuti bimbel di tempat kita.

2.Inspirasi Usaha Laundry Tanpa Modal
Ini kisah dari kota gudeg atau Jogjakarta.

Suatu hari ada seminar wirausaha. Sang pembicara menyampaikan ide bisnis kepada peserta, katanya:
Di Jogja ini banyak sekali mahasiswa, dan semuanya perlu makan , kalau rata-rata mereka makan sehari 3 kali, maka kalau jumlah mahasiswanya puluhan ribu, jumlah rupiah yang akan kita dapat betapa banyaknya.

Lalu pembicara itu melanjutkan pembicaraannya. Jadi kesimpulannya bisnis makanan di sini sangat bagus. Seminar selesai.

Kemudian sang pembicara masuk ruangan, dan ada seorang mahasiswa mengikutinya.
“Pak” sapa sang mahasiswa.
”Ya, bisa dibantu?”
“Tadi bapak katakan peluang bisnis makanan di sini sangat bagus, tapi kalau saya lihatnya lain pak, saya melihat semua orang/mahasiswa perlu mencuci baju. Dan ini saya lihat sebagai peluang yang luar biasa”.
“Bagus, kalau begitu mulai saja bisnis cuci pakain”.
“Gimana caranya pak?”
“Sekarang kamu tulis apa saja hal-hal yang baik dan menguntungkan bagi para mahasiswa sehubungan dengan bisnis mencuci pakaiannya. Kalau sudah, kamu buat brosur”.
“Tapi khan saya belum punya mesin cucinya pak”.
“Memangnya buat brosur harus punya mesin cuci?” kata sang mentor sambil becanda.
“Buat brosur dulu”.
Singkat cerita brosur telah jadi, dan mahasiswa ini menghadap sang mentornya.
“Ini pak brosur sudah jadi, terus bagaimana?”
“Ya dibagikan, disebar di tempat-tempat yang banyak anak kost dan mahasiswanya”.
“Tapi saya belum punya mesin cucinya pak”.
“Memangnya bagi brosur kamu perlu bawa-bawa mesin cuci?”.
Sambil bingung sang mahasiswa menuruti nasehat sang mentor.
“Tunggu dulu”.
“Kamu sekalian bawa tas besar ini, siapa tahu ada yang langsung mau mencuci”.
“Pak! Bapak ini gila ya, khan saya belum punya mesin cuci”.
“Sudah nurut saja, khan belum tentu ada yang nyuci”.

Akhirnya ia membagi-bagikan brosur. Dan benar saja, ada beberapa orang yang langsung ingin mencuci, sehingga tas yang ia bawa penuh dengan pakaian kotor. Ia langsung menghadap sang mentor.

“Pak, anda harus bertanggung jawab!”.
“Lihat cucian ini!”, sambil membanting tas berisi pakaian kotor.
“Orang akan marah dan bisa membunuh saya kalau tidak dicucikan pakaiannya ini, sedangkan bapak tahu saya belum punya mesin cuci”.
“Bapak yang ngajarin gila, jadi bapak harus bertanggung jawab!”.
“Tenang… Tenang”.
“Silahkan minum dulu”, kata sang mentor.
“Ini ada telepon, silahkan kamu hubungi orang-orang yang punya mesin cuci, dan kamu ajak kerja sama, kamu cuci ditempat dia”.

Setelah menelpon beberapa orang akhirnya ia menemukan orang yang bisa diajak kerja sama, akhirnya cuciannya bisa dicuci. Dan ia mendapat untung dari selisih/untung dari pemasukan dikurangi pengeluaran. Dan hari demi hari makin banyak order cucian. Dan sangat banyak!

Saat ini loundry ini menjadi salah satu loundry terbesar di kota jojga, dan menginspirasi berdirinya loundry-loundry di kota-kota besar diseluruh Indonesia!

3. Air Isi ulang
info peluang air galon isi ulang.. (share)
just share gan, ane niat buka nih usaha.. apa agan ada yg sudah coba tadi google ketemu artikel bagus:
Pertanyaan umum seputar memulai usaha air minum isi ulang

Tanya : Saya ingin pasang Depot air minum isi ulang, tetapi tempat saya di luar kota / luar pulau. Apakah bisa ? Soal pengiriman barang ?
Jawab : Kami menerima pemasangan depot air minum isi ulang seluruh wilayah Indonesia. Selama lokasi anda masih bisa dilewati angkutan darat / laut maka akan kami layani. Soal tambahan biaya pengiriman barang akan berbeda beda di setiap kota.

Tanya : Bagaimana kalau saya awam masalah peralatan air minum isi ulang ? Dan kalau ada problem apa bisa dibantu ?
Jawab : Jangan khawatir ! Peralatan kami di desain sangat mudah pengoperasiannya, BAHKAN OLEH ORANG AWAM SEKALIPUN !. Setelah pemasangan diadakan training/ pelatihan operasional peralatan oleh teknisi kami. Jika ada problem kami akan membantu via telepon, Chatting Yahoo Messenger dan Email. Apabila diperlukan teknisi kami akan datang, anda hanya mengganti ongkos transportasi PP

Tanya : Bagaimana dengan Spare Part nya?
Jawab : Tersedia lengkap, seperti: tutup galon, tissue, galon, segel galon, filter cartridge, pasir silika, karbon aktif, lampu ultraviolet, dll. Anda pesan, kami kirim – ke seluruh Indonesia.

Tanya : Berapa ukuran ruangan untuk mulai buka usaha Depot air minum isi ulang ?
Jawab : Tergantung harga paket yang dibeli :

minimal 3 x 2,5 mtr sampai l 4 x 8 mtr

Sebenarnya soal ukuran bukan harga mati. Sangat banyak yang ukuran ruangan hanya 3 x 4 meter namun membuka 2 usaha sekaligus. misal buka Depot & Wartel, Depot & jual voucher HP, Depot & Toko sembako,dll. Soal tandon air ditempatkan di belakang rumah, loteng, dll.

Tanya : Apa perbedaan harga paket satu dengan lainnya ?
Jawab : Pada prinsipnya, semakin tinggi harganya maka semakin banyak jumlah penyaringan, bonus, dll.

Tanya : Air apa yang digunakan untuk bahan baku ?
Jawab : Depot air minum isi ulang dapat menggunakan air pegunungan, Pam , sumur bor, air danau, dll.

Syarat air baku :
– Air PAM
Air PAM adalah air yang sudah diproses dan umumnya ber PH standar. Asalkan bau kaporit tidak terlalu menyengat maka air PAM dapat dipergunakan untuk air baku walaupun sedikit keruh.

– Air pegunungan, sumur / bor, sungai, danau
Jernih walau didiamkan selama 24 jam, tidak berbau, PH air standar (antara 6,5 – 8,5)

Tanya : Bagaimana memilih lokasi yang baik agar penjualan meningkat?
Jawab : Bagaimanapun juga lokasi turut menentukan tingkat penjualan, meskipun bukan sesuatu yang mutlak. Saya punya banyak bukti, banyak Depot air minum isi ulang yang lokasinya tidak strategis (lokasi perumahan yang tidak ramai, lokasi bukan pinggir jalan besar, lokasi pinggiran kota, dll) namun masing masing Depot air minum tsb, karena memiliki pemasaran yang baik, mampu menjual rata rata 150 galon bahkan 250 galon per hari !!!. Namun bukan berarti saya menganjurkan mencari tempat sembarangan. Kalau bisa, carilah lokasi pinggir jalan yang strategis dan tentunya areal parkir yang mudah.

Tanya : Bagaimana prospek usaha air minum isi ulang ?
Jawab : Prospeknya bagus !. Air minum adalah kebutuhan pokok manusia. Tiap hari anda akan mendapat pemasukan TUNAI / CASH dan terus menerus !. Inilah sebabnya mengapa orang berbondong bondong membuka usaha air minum isi ulang dan pabrik AMDK.

Tanya : Berapa lama usaha ini balik modal ?
Jawab : Tergantung tingkat penjualan. Bisa 4 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan atau paling lama 2 tahun. Tetapi semua tergantung kepada anda sebagai pemilik.

Ilustrasi :
Harga air mineral 1 galon Rp 4000
Jika 1 depot air minum menjual rata rata 100 galon / hari

Maka Rp 4.000 X 100 galon = Rp 400.000 / hari
Rp 400.000 X 30 hari = Rp 12.000.000,-
Biaya operasional ( air baku, filter, gaji karyawan 2 orang, listrik, telepon, kontrak, dll ) = +/- Rp 4.000.000,-

Pendapatan bersih perbulan Rp 8.000.000,-
Penghasilan di atas setara dengan gaji manager yang sudah belasan tahun bekerja di perusahaan besar. Lumayan kan ?

Sementara saya sering melihat orang orang yang mampu menjual sampai 150 galon/ hari, bahkan lebih !!!

Jika modal awal usaha ini Rp 30.000.000, maka akan kembali modal (BEP) kurang dari 4 bulan.

Catatan :
Contoh perhitungan di atas hanyalah ilustrasi, pendapatan anda bisa sama, lebih atau bahkan kurang dari ilustrasi di atas. Semua tergantung dari kerja keras anda sebagai pemilik depot.

Tanya : Saya orang sibuk. Bagaimana saya memantau penjualan sementara saya tidak ikut menjaga depot tsb ?
Jawab : Setiap Depot air minum isi ulang yang terpasang dilengkapi Water Meter, sehingga penjualan bisa dipantau.

Tanya : Berapa lama masa penggantian filter ?
Jawab : Pasir Silika & Karbon Aktif penggantian 1 (satu) tahun sekali, Filter Cartridge 3 – 4 bulan sekali

Tanya : Soal perizinan Depot air minum isi ulang ?
Jawab : Tiap daerah mempunyai ketentuan yang berbeda.

Umumnya Perizinan depot adalah :

1. Memiliki Hasil Test Laboratorium dari Dinas Kesehatan Setempat
2. Izin Operasional dari Dinas Kesehatan setempat
3. TDI ( Tanda Daftar Industri )
4. Izin Gangguan.

Sekali lagi, tiap daerah memiliki ketentuan yang berbeda. Ada kota / kabupaten yang hanya mewajibkan hasil test laboratorium dan Izin Operasional dari Dinas kesehatan setempat saja.

Satu hal yang perlu di ingat, semua perizinan di atas diurus setelah Depot isi ulang buka.

Karena logikanya begini, setiap perizinan diatas melalui proses PENINJAUAN. Nah… apanya yang ditinjau kalau Depot air minum isi ulang nya saja belum ada ?
Setidaknya ada 10 Tip/Trik yang saya ambil pelajaran dari pengalaman saya diatas, mari kita simak sama-sama :
1. Usahakan Mesin Depot Isi Ulang adalah hasil rakitan sendiri.
Ternyata setelah saya survei harga part-part mesin dan menurut
informasi dari teman saya juga bisa Cost Down 30% – 50%.
2. Buatlah mesin dengan volume tangki air minimal 8.500 liter.
Rata-rata tangki truk pengisi air adalah 8000 liter, jadi 500 liter adalah
sebagai spare air.
3. Pilih lokasi yang strategis, dekat perumahan/kontrakan atau
kost-kostan sangat prospect.
Menurut pengalaman saya, walaupun sudah ada Depot diarea
tersebut yang namanya air tetap saja ramai.
4. Usahakan ada jasa antar. (Armada yang berkeliling)
Semakin banyak armada yang berkeliling, Semakin tinggi pula
kesempatan untuk mendapatkan pelanggan yang banyak.
5. Gunakan layanan SMS untuk pesan.
Layanan ini khususnya ditujukan bagi anak kost yang tidak
mempunyai motor atau konsumen yang malas jalan.
6. Buatlah kartu langganan.
Misalkan isi ulang 10X gratis 1X , atau isi ulang 30X gratis payung
cantik, dll.
7. Pasang meteran air untuk mengontrol banyaknya air yang terjual.
Cara ini juga bisa mengurangi karyawan korupsi air.
8. Buatlah sertifikat ke DepKes dan pajanglah di depot anda.
Untuk menambah keyakinan konsumen bahwa air dari Depot kita layak
dikonsumsi.
9. Biasakan Depot kita selalu kelihatan bersih dan tidak jorok.
Banyak pelanggan dari depot sebelah saya yang pindah ke Depot saya,
karene depot sebelah kelihatan kotor dan jorok.
10. Bersihkan galon konsumen yang habis mengisi air dari Depot kita.

About madinaid
it consultan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: