Senam Bayi

BAYI JUGA BISA SENAM, LO !

Bayi diajak senam? Mengapa tidak? Senam pada bayi tak hanya membantu perkembangan motoriknya, juga membuatnya lebih percaya diri kelak. Tapi, hati-hati, gerakan senam yang salah justru membahayakan tumbuh kembangnya.

Ingin si kecil tumbuh menjadi anak yang lincah dan aktif? Nah, latihlah ia sejak bayi. Salah satu caranya lewat olahraga. Melalui olahraga, anak dilatih menggerakkan anggota tubuhnya sehingga sendi-sendi tulang dan otot-ototnya jadi kuat.

Selain itu, bila sejak kecil selalu aktif bergerak, tak cuma otot yang terlatih, juga saraf-saraf dan keseimbangan tubuh dapat berkembang baik. Malah, sebuah penelitian membuktikan, anak yang banyak berolahraga memiliki kemampuan belajar lebih lama. Ini karena tubuhnya sehat dan bugar, sehingga daya tahan fisiknya lebih kuat. Termasuk daya tahan yang berhubungan dengan konsentrasi.

Senam merupakan salah satu olahraga yang bisa dilakukan sejak usia dini. Menurut dr. Amendi Nasution, Sp.RM dari Bagian Rehabilitasi Medik RSUPN Cipto Mangunkusumo, senam tak hanya berguna menguatkan otot-otot dan melancarkan peredaran darah, juga meningkatkan perkembangan motorik dan koordinasi serta keseimbangan. “Perkembangan motorik yang baik mampu meninggikan tingkat kewaspadaan anak, sehingga mengecilkan kemungkinan terjadinya kecelakaan karena jatuh, terbentur, kehilangan keseimbangan atau ragu-ragu dalam suatu gerakan atau tindakan,” jelas dr. Amendi.

Bayi, lanjutnya, perlu diajarkan bagaimana memberi respon lewat stimulasi yang diberikan secara berulang-ulang. Nah, stimulasi yang terbaik ialah kegiatan-kegiatan fisik. “Bayi yang terlatih fisiknya, akan tumbuh dengan kelenturan dan koordinasi lebih tinggi. Jadi, kegunaan paling penting dari senam ialah bayi belajar menggunakan otot-ototnya dengan benar sehingga nantinya bisa membentuk postur tubuh yang baik, yang secara langsung membuat kepercayaan pada diri sendiri juga bertambah,” terang dr. Amendi.

Tak hanya itu. Dalam konsep intervensi dini atau stimulasi dini yang banyak dikenal dalam tumbuh kembang balita, senam juga berguna menstimulasi otot-otot agar anak dirangsang melakukan gerakan-gerakan yang seharusnya dapat dilakukan sesuai usianya. “Misalnya gerakan-gerakan senam yang diarahkan agar anak mampu mengangkat kepalanya, tengkurap, dan duduk,” papar dr. Amendi lebih lanjut. Karena itu, tambahnya, erakan senam pada bayi (juga batita dan anak prasekolah) selalu disesuaikan perkembangan motoriknya.

Contohnya, bayi usia 3 bulan mulai mengangkat-angkat kakinya, lalu biasanya dibawa ke mulut, karena ia ingin tahu, seperti apa, sih, rasanya kaki. “Pada usia 3 bulan, indera yang mulai berkembang adalah indera perasa. Dengan demikian, apa pun yang disentuhnya, bayi selalu ingin membawanya ke mulut,” kata dr. Amendi. Bayi juga mulai mengangkat-angkat kepalanya. Bahkan mulai bisa tengkurap. “Jadi, gerakan-gerakan senamnya disesuaikan fase tumbuh kembang ini,” lanjutnya.

Nah, jika bayi Anda usia 3 bulan ke atas, Anda dapat mulai mengajaknya senam.

Model : Maurizki Dewanto ( 4 bulan ). Konsultan Ahli : dr. Armendi Nasution, Sp.Rm.Foto:Rohedi(nakita)

Santi Hartono

Yang Harus Diperhatikan

* Sebelum mengajak bayi senam, pelajari dulu dengan seksama gerakan-gerakan senam yang akan dilakukan. Gerakan yang salah akan membuat cedera otot pada bayi.
* Senam dapat dilakukan dua kali sehari. Saat yang tepat menjelang mandi pagi dan sore. Lakukan selama kurang lebih 15 menit.
* Perhatikan kondisi bayi. Jika bayi sedang panas, demam atau sakit, harus istirahat dulu dari kegiatan olahraganya.
* Bayi dengan kelainan bawaan seperti kelainan jantung, lahir prematur, atau kelainan fisik lainnya, perlu dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum diajak senam.
* Senam pada bayi tak memerlukan peralatan khusus. Cukup letakkan bayi di tempat aman dan lapang. Misalnya, di atas handuk tebal, kasur atau matras yang lembut. Pakaiannya pun tak harus khusus, kenakan saja pakaian sehari-hari.
* Lakukan gerakan senam dengan lembut. Gunakan kesempatan ini untuk bermain bersama bayi. Ajak ia bercakap-cakap dan tertawa bersama. Senam yang dilakukan secara rutin dapat mempererat kasih sayang orangtua dan bayi. Ajak juga sang ayah untuk turut bergabung.

Santi

Gerakan-Gerakan Senam Bayi

MEMBUKA DAN MENYILANGKAN TANGAN

Senam si kecil dimulai dengan gerakan pemanasan. Caranya dengan berlatih menyilangkan tangan. Letakan ibu jari tangan Anda pada telapak si kecil. Dengan segera ia akan menggenggamnya. Buka kedua lengannya, setelah itu, bawa kedua lengannya ke depan dada, lalu silangkan. Buka lagi, lalu silangkan kembali. Gerakan inijuga berguna untuk menguatkan otot lengan dan punggung. Lakukan hingga 4 hitungan.

MENDORONG KAKI

Setelah pemanasan, senam dilanjutkan dengan gerakan yang melatih otot kaki terutama di bagian paha. Letakkan ibu jari Anda pada telapak kaki si kecil. Luruskan kakinya, kemudian, dorong kakinya secara perlahan dan lembut ke arah perut. Lakukan hingga hitungan ke empat, bergantian antara kaki kiri dan kanan.

MEMBUKA DAN MENUTUP KAKI

Perlahan, bukalah kedua kaki si kecil. Tak perlu di luruskan. Lalu tangkupkan kedua kakinya sehingga kedua lutut menempel. Ulangi hingga 4 hitungan. Gerakan ini berguna untuk menguatkan otot-otot seluruh kaki.

MENGANGKAT BADAN

Gerakan mengangkat badan berguna untuk memperkuat otot leher dan punggung. Pegang kedua tangan si kecil pada bagian lengan hingga siku. Kemudian tarik kedua tangan secara bersamaan hingga bagian atas tubuh si kecil terangkat. Tidak perlu menarik tinggi-tinggi. Rebahkan lalu angkat kembali. Ulangi hingga 4 hitungan

MENGANGKAT PINGGUL DAN PANTAT

Taruh telapak tangan kiri Anda di bagian belakang leher si kecil untuk menyangga lehernya, tangan kanan taruh di daerah pinggul dan pantat. Setelah itu, dengan telapak tangan kanan, dorong pinggul si kecil ke arah atas sehingga pinggul dan pantatnya terangkat. Mendorongnya pun tidak perlu dilakukan tinggi-tinggi. Gerakan ini dapat memperkuat otot-otot di daerah perut, pinggul dan pantat.

BERGULING KE SAMPING

Si kecil yang sudah belajar tengkurap akan menyukai gerakan ini. Ia pun dapat melatih otot perut, pinggang dan pahanya supaya kuat. Pegang kedua kaki si kecil dengan tangan Anda. Setelah itu, dengan bantuan tangan Anda, gulirkan ia ke samping kiri dan kanan secara bergantian.

BERMAIN DENGAN GULING

Dengan bantuan ayah, si kecil akan bermain dengan menggunakan guling. Gunakan guling besar yang cukup padat namun tetap empuk. Tengkurapkan si kecil di atasnya secara vertikal.Ayah memegang tangan si kecil. Ibu memegang pinggang si kecil. Setelah itu,ayah atau ibu, dengan tangannya yang bebas, menggulirkan guling ke arah depan sedikit saja. Lalu mundurkan kembali. Lakukan gerakan maju mundur ini berulang-ulang.

PENDINGINAN

Akhirnya si kecil selesai bersenam. Badan pun menjadi segar. Lakukan pendinginan setelah selesai bersenam agar otot-otot menjadi rileks kembali. Lakukan gerakan pemijatan.Tengkurapkan si kecil, pijat lembut bagian pinggang, pantat, paha dan kakinya dengan cara menekan-nekan dengan tangan Anda. “Terima kasih ayah-ibu, hari ini aku sudah berolah raga.”

About these ads

About madinaid
it consultan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: